Bangku Kayu Asrama Putri yang Tak Pernah Sepi

Jika ditanya tempat belajar favorit, mahasiswi yang tinggal di asrama putri malahayati pasti punya jawaban yang beragam. Namun, sebagian besar pasti memilih bangku-bangku dekat parkiran sebagai jawaban. Mengapa demikian?

Jika dilihat sekilas bangku-bangku ini tampak terbuat dari kayu. Dengan warna cokelat dan tekstur kulit kayu di bagian luarnya. Namun jika dilihat lebih teliti, ternyata bangku ini bukan dibuat dari kayu sungguhan. Bangku ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat serasi dengan warna kampus yang bernuansa hijau.

Berjejer mulai dari gerbang yang memisahkan asrama putra dan putri sampai gerbang dekat kabara shop, bangku ini tak pernah sepi. Siang hari bangku ini ramai oleh mahasiswi yang duduk-duduk sambil berteduh, menikmati semilir angin yang berhembus sesekali. Sore harinya banyak mahasiswi duduk-duduk melepas lelah selepas kuliah.

Setelah magrib bangku-bangku dekat parkiran itu akan dipenuhi oleh mahasiswi yang sibuk membuka-buka halaman buku. Mengerjakan tugas dan belajar. Beberapa terlihat asyik bercakap-cakap lewat telepon genggam, atau sekadar duduk dan mengobrol bersama beberapa teman.

Kesibukan seperti itu akan berlanjut hingga tengah malam. Mungkin karena suasana malam yang tenang membuat mahasiswa lebih konsentrasi belajar.

“Dibanding belajar di kamar, mending belajar disini. Di kamar kadang berisik dan ngantuk. Kalau belajar disini lebih tenang”, komentar salah seorang mahasiswa.

Disetiap bangku sudah terpasang lampu neon untuk penerangan. Selain itu disediakan juga stop kontak yang akan memudahkan pengisisan daya baterai laptop maupun media belajar yang lain. Jika hujan, tak perlu buru-buru masuk asrama karena takut kebasahan. Bangku ini mempunyai atap yang akan melindungi dari air hujan.

Bangku-bangku ini selain nyaman juga bisa menjadi alternatif ketika suasana kamar tidak mendukung untuk belajar. Itulah alasan mengapa sebagian besar mahasiswi menjadikannya tempat belajar favorit.

4 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *