Mau Jadi Apa Sarjana Kesehatan Lingkungan?

Ilmu Kesehatan Lingkungan mempelajari hubungan interaksi antara masyarakat dengan lingkungan hidup yang memiliki potensi bahaya (menimbulkan) kesehatan baik diri maupun masyarakat disebuah wilayah atau kawasan. Baik kawasan permukiman, kawasan industry, kawasan pariwisata maupun transportasi. Misalnya udara yang tercemar bahan berbahaya, meminum air yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan, makan makanan menggunakan atau tercampur bahan kimia berbahaya dan lain sebagainya. Itu semua adalah potensi bahaya kesehatan masyarakat.

Kesehatan lingkungan juga mempelajari nyamuk di pemukiman baik yang menyebabkan penyakit demam berdarah, kaki gajah, radang otak. Tugas Sarjana dan profesi kesehatan lingkungan kelak menentukan sebuah kawasan sehat atau tidak dengan cara mengukur potensi bahaya kesehatan tersebut, menganalisa dan kalau terdapat potensi lingkungan yang membahayakan maka ahli kesehatan lingkungan diberi kewenangan untuk melakukan pencegahan dari bahaya tersebut.

Sejarah mencatat selama dunia masih ada, kesehatan lingkungan merupakan area (bidang) garapan kesehatan yang senantiasa muncul. Dengan kata lain proses pendidikan praktisi maupun ilmuwan akan senantiasa diperlukan sepanjang jaman, untuk melakukan pengawasan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Di Indonesia, ilmu teori dan praktek kesehatan lingkungan dimulai sejak jaman penjajahan, bahkan secara global sejarah kesehatan lingkungan mencatat sudah menjadi perhatian (concern) sejak jaman Hippocrates yang menduga bahwa penyakit malaria adalah akibat udara buruk (mal-aria). Dengan kemajuan ilmu pengetahuan teori kejadian penyakit malaria diketahui ditularkan oleh nyamuk yang membawa parasit malaria.

Substansi atau area garapan kesehatan lingkungan akan berubah dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kondisi sosial ekonomi yang mengubah potensi bahaya kesehatan lingkungan pada masyarakat disebuah kawasan.

Kini Area garapan Tenaga Kesehatan Lingkungan amat luas, mulai dari penyehatan industry, pertambangan, perkotaan, sanitasi dasar, restoran, perhotelan, pest control, pariwisata, pelabuhan bandara, alat transportasi dan lain sebagainya.

Bergabunglah bersama kami di Institut Kesehatan Indonesia, Program Studi Kesehatan Lingkungan untuk menyehatkan Indonesia. Gelar kesarjanaannya adalah Sarjana Kesehatan Lingkungan dan dapat meneruskan kejenjang yang lebih tinggi yakni Praktisi Konsultan Kesehatan Lingkungan, Auditor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, Environmental Health and Safety Specialist, Sanitarian yang bisa mandiri maupun bekerja diberbagai institusi.[]

Penulis: Prof. Umar Fahmi Achmadi, dr., MPH., Ph.D.* Wakil Rektor I Institut Kesehatan Indonesia – Jakarta.

14 replies
  1. Buah Durian
    Buah Durian says:

    Mantab Juga ada sarjana Kesehatan Lingkungan, karena kondisi lingkungan kian hari makin memprihatinkan. Utk membuka kesadaran masyarakat ttg pentingnya lingkungan hijau, misalnya memanfaatkan lahan utk buah-buahan berpotensi seperti nanam buah durian

    Reply
  2. Trik Internet Gratis IM3
    Trik Internet Gratis IM3 says:

    DI kampung saya, tamatan S1 FKM itu jabatannya jadi Kepala Puskesmas Kabupaten pak. Makanya jursan Kesehatan Lingkungan banyak peminatnya di Indonesia, di USU contohnya Jurusan ini menjadi no 2 dengan peminat terbanyak

    Reply
  3. Ramadhan
    Ramadhan says:

    Wah… Alhamdulillah.. ! Ternyata masih ada universitas yang peduli terhadap kondisi lingkungan hidup kita.
    Ini wajib kita dorong dan ikut mempromosikannya, minimal untuk membuka kembali kesadaran masyarakat kita, perihal pentingnya lingkungan hijau tersebut. Tidak hanya buat kita tapi buat anak-cucu kita kelak.

    Kami Dari Team MutiaraPublic Media Center, sangat bersyukur dan berdoa buat Universitas ini agar Allah SWT selalu melimpahkan Rahmat-Nya. Aamiin…

    Reply
  4. Jeffry
    Jeffry says:

    Salah satu bidang yang ke depan akan sangat dibutuhkan adalah kesehatan, karena dunia makin tua. Mudah2an dapat mencetak tenaga kesehatan lingkungan yang semakin berkualitas

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *